Selasa, 08 November 2016

Matematika Diskrit - Hukum Hukum pada Aljabar Boolean untuk Penyederhanaan Persamaan


Alehandrew Michael, Program Studi Teknik Informatika, Universitas Pembangunan Jaya


Pendahuluan
      Aljabar Boolean adalah struktur aljabar yang "mencakup intisari" operasi logika AND, OR, NOR, dan NAND, dan juga teori himpunan untuk operasi union, interseksi dan komplemen. Penamaan Aljabar Boolean sendiri berasal dari nama seorang matematikawan asal Inggris, bernama George Boole. Dialah yang pertama kali mendefinisikan istilah itu sebagai bagian dari sistem logika pada pertengahan abad ke-19. Boolean adalah suatu tipe data yang hanya mempunyai dua nilai. Yaitu true atau false (benar atau salah). Pada beberapa bahasa pemrograman nilai true bisa digantikan 1 dan nilai false digantikan 0. Berikut di bawah ini terdapat 6 dari 10 hukum pada Aljabar Boolean yaitu Hukum Identitas, Hukum Idempoten, Hukum Kompleten, Hukum Dominasi, Hukum Involusi, dan Hukum Penyerapan. Mari kita bahas bersama-sama untuk penambangan ilmu pada Aljabar Boolean ini.

1. Hukum Identitas

Hukum Identitas adalah salah satu hukum yang ada pada Aljabar Boolean yang dapat dinotasikan dengan A + 0 = A dan A . I = A. Mari kita buktikan dengan tabel dibawah ini.
1.A. Bukti bahwa A + 0 = A terlihat pada tabel dibawah ini
Tabel 1.A.   A + 0 = A
A   A + 0
1   1 + 0 = 1
0   0 + 0 = 0
Pada tabel diatas terlihat bahwa 1 + 0 sama dengan 1 dan 0 + 0 sama dengan 0 dalam pembuktian Hukum Identitas A + 0 = A.
1.B. Bukti bahwa A . 1 = A terlihat pada tabel dibawah ini
Tabel 1.B.   A . 1 = A
A   A . 1
1   1 . 1 = 1
0   0 . 1 = 0
Pada tabel diatas terlihat bahwa 1 . 1 sama dengan 1 dan 0 . 1 sama dengan 0 dalam pembuktian Hukum Identitas A . 1 = A.

2. Hukum Idempoten

Hukum Idempoten adalah salah satu hukum pada Aljabar Boolean yang akan dijabarkan dinomor 2 ini, Hukum Idempoten dapat dinotasikan dengan A + A = A dan A . A = A. Mari kita buktikan dengan tabel dibawah ini.
2.A. Bukti bahwa A + A = A terlihat pada tabel dibawah ini
Tabel 2.A.   A + A = A
A   A + A
1   1 + 1 = 1
0   0 + 0 = 0
Pada tabel diatas terlihat bahwa 1 + 1 sama dengan 1 dan 0 + 0 sama dengan 0 dalam pembuktian Hukum Idempoten A + A = A.
2.B. Bukti bahwa A . A = A terlihat pada tabel dibawah ini
Tabel 2.B.   A . A = A
A   A . A
1   1 . 1 = 1
0   0 . 0 = 0
Pada tabel diatas terlihat bahwa 1 . 1 sama dengan 1 dan 0 . 0 sama dengan 0 dalam pembuktian Hukum Identitas A . A = A.

3. Hukum Kompleten

Hukum Kompleten juga merupakan salah satu hukum pada Aljabar Boolean yang akan dijabarkan dinomor 3 ini, Hukum Kompleten dapat dinotasikan dengan A + A' = 1 dan A . A' = 0. Mari kita buktikan dengan tabel dibawah ini.
3.A. Bukti bahwa A + A' = 1 terlihat pada tabel dibawah ini
Tabel 3.A.   A + A' = 1
A   A + A'
1   1 + 0 = 1
0   0 + 1 = 0
Pada tabel diatas terlihat bahwa 1 + 0 sama dengan 1 dan 0 + 1 sama dengan 0 dalam pembuktian Hukum Kompleten A + A' = 1.
3.B. Bukti bahwa A . A' = 0 terlihat pada tabel dibawah ini
Tabel 3.B.   A . A' = 0
A   A . A'
1   1 . 0 = 0
0   0 . 1 = 0
Pada tabel diatas terlihat bahwa 1 . 0 sama dengan 0 dan 0 . 1 sama dengan 0 dalam pembuktian Hukum Kompleten A . A' = 0.

4. Hukum Dominasi

Hukum Dominasi merupakan salah satu hukum pada Aljabar Boolean yang akan dijabarkan dinomor 4 ini, Hukum Dominasi dapat dinotasikan dengan A . 0 = 0 dan A + 1 = 1. Mari kita buktikan dengan tabel dibawah ini.
4.A. Bukti bahwa A + A' = 1 terlihat pada tabel dibawah ini
Tabel 4.A.   A + A' = 1
A   A . 0
1   1 . 0 = 0
0   0 . 1 = 0
Pada tabel diatas terlihat bahwa 1 . 0 sama dengan 0 dan 0 . 1 sama dengan 0 dalam pembuktian Hukum Dominasi A + A' = 1.
4.B. Bukti bahwa A + 1 = 1 terlihat pada tabel dibawah ini
Tabel 4.B.   A . 1 = 1
A   A + 1
1   1 + 1 = 1
0   0 + 1 = 0
Pada tabel diatas terlihat bahwa 1 + 1 sama dengan 1 dan 0 + 1 sama dengan 0 dalam pembuktian Hukum Dominasi A + 1 = 1.

5. Hukum Involusi

Hukum Involusi merupakan salah satu hukum pada Aljabar Boolean yang akan dijabarkan dinomor 5 ini, Hukum Involusi dapat dinotasikan dengan A" = A. Mari kita buktikan dengan tabel dibawah ini.
Bukti bahwa A" = A terlihat pada tabel dibawah ini
Tabel nomor.5   A" = A
A   A'   A"
1   0   1
0   1   0
Pada tabel diatas terlihat bahwa pertama A sama dengan 1, A' sama dengan 0, dan A" sama dengan 1. Lalu kedua A sama dengan 0, A' sama dengan 1, dan A" sama dengan 0 dalam pembuktian Hukum Involusi A" = A.

6. Hukum Penyerapan

Hukum Penyerapan merupakan salah satu hukum pada Aljabar Boolean yang akan dijabarkan dinomor 6 ini, Hukum Penyerapan dapat dinotasikan dengan A + AB = A dan A (A + B) = A. Mari kita buktikan dengan tabel dibawah ini.
6.A. Bukti bahwa A + AB = A terlihat pada tabel dibawah ini
Tabel 6.A.   A + AB = A
A   B   A . B   A + AB
0   0   0 . 0 = 0   0 + 0 = 0
0   1   0 . 1 = 0   0 + 0 = 0
1   0   1 . 0 = 0   1 + 0 = 1
1   1   1 . 1 = 1   1 + 1 = 1
Pada tabel diatas terlihat bahwa nilai pada kolom ke-4 sama dengan nilai pada kolom pertama hal ini menunjukan bahwa A + AB = A.
6.B. Bukti bahwa A (A + B) = A terlihat pada tabel dibawah ini
Tabel 6.B.   A (A + B) = A
A   B   A + B   A (A + B)
0   0   0 + 0 = 0   0 . 0 = 0
0   1   0 + 1 = 1   0 . 1 = 0
1   0   1 + 0 = 1   1 . 1 = 1
1   1   1 + 1 = 1   1 . 1 = 1
Pada tabel diatas terlihat bahwa nilai pada kolom ke-4 sama dengan nilai pada kolom pertama hal ini menunjukan bahwa A (A + B) = A.










Selasa, 02 Juli 2013

Prinsip Kerja dari sistem Registry

Prinsip kerja dari sistem registry adalah sebagai database yang menyimpan semua informasi perangkat keras dan perangkat lunak. Informasi-informasi yang disimpan oleh registry, antara lain:
  • §   Identitas perangkat keras, driver dan sumber lain yang dibutuhkan saat pengoperasian,
  • §   Profil dan ekstensi file yang didukung oleh perangkat lunak,
  • §   Personalisasi Windows, seperti tema, wallpaper, ukuran ikon, dsb,
  • §   Daftar akun pengguna yang terdaftar didalam komputer serta hak aksesnya,
  • §   Pengaturan koneksi jaringan, workgroup, dsb.


Registry telah dirancang untuk pengorganisasian struktur data dan informasi secara teratur. Mengenai kategori, registry mempunyai lima kunci utama (root keys), yaitu:



  1. §   HKEY_CLASSES_ROOT berfungsi sebagai tempat penyimpanan informasi yang berkaitan dengan ekstensi file dan aplikasi bersangkutan.
  2. §   HKEY_CURRENT_USER (bagian dari HKEY_USERS) berfungsi sebagai ruang data dan informasi akun pengguna, seperti profil, tema, wallpaper, dll.
  3. §   HKEY_LOCAL_MACHINE menyimpan dan mengelola semua informasi yang terkait dengan pengaturan dan konfigurasi komputer.
  4. §   HKEY_USERS menyimpan daftar dan informasi akun-akun pengguna yang meiliki hak akses kedalam komputer.
  5. §   HKEY_CURRENT_CONFIG menyimpan beragam informasi dan indentitas perangkat keras pada komputer.



--MENGAKSES REGISTRY--

Ada tiga cara untuk mengakses Windows Registry Editor.
Langkah yang paling sering digunakan oleh pengguna profesional maupun teknisi adalah:



§  Windows XP: Start > Run
§  Windows Vista/7: Start > All Programs > Accessories > Run...
§  Windows 8: Geser dari atas bezel Start Screen ke tengah layar (menggunakan jari tangan atau jari kaki itu sih                            
                    terserah anda), ketuk (atau bahasa kampungnya tap) All Programs di sisi kanan bawah layar, geser      
                    terus sampai ke daftar paling kanan (atau menggunakan semantic zoom), ketuk Run.
              Atau menggunakan Administrative Tools:
§  Windows Vista/7: Start > Control Panel > System and Security > Administrative Tools > System Configuration > tab       
                             Tools > Registry Editor
§  Windows 8: Geser bezel atas Start Screen ke tengah, ketuk All Programs, Control Panel > System and Security > 
                    Administrative Tools > System Configuration > tab Tools > Registry Editor




--MENGEKSPOR DAN MENGIMPOR DATA REGISTRY--

Cara ini bisa digunakan sebagai mencadangkan (backup.., backup..!) data registry agar sebagai solusi jika terjadi masalah karena kesalahan mengubahan registry atau ingin mendistribusikan registry yang telah diubah. Berikut cara untuk mengekspornya:



  1. Pilih kunci registry yang ingin anda ekspor,
  2. Klik File > Export,
  3. Ketikkan nama file registry pada kotak isian File name,
  4. Klik tombol Save.
Nah, sedangkan cara mengimpor data registry bisa dengan dua cara: klik File > Import atau cukup buka file registry yang berekstensi reg.

--BERMAIN DENGAN NILAI KUNCI (VALUE KEY)--

Menambah, mengubah atau menghapus suatu kunci registry tidak hanya mengubah perangkat lunak yang bersangkutan, namun bisa saja berdampak pada komputer anda yang akan membuat anda pusing tujuh keliling. Jadi, anda harus mengerti apa yang anda ubah di registry. Nilai-nilai kunci pada registry akan saya bahas setelah pesan-pesan berikut ini.



  1. §   String value adalah data yang dimasukkan dalam bentuk kata diawali dan diakhiri dengan tanda petik. Contohnya "Default" dan "2345".
  2. §   Binary value adalah data yang dimasukkan dalam bentuk bilangan biner. Contohnya 110010111.
  3. §   DWORD (32-bit) value adalah data yang dimasukkan dalam bentuk 8 digit bilangan DWORD.
  4. §  QWORD (64-bit) value adalah data yang dimasukkan dalam bentuk 8 digit bilangan hexa yang saling berpasangan. Contohnya milai 123456789abcd menjadi cd,ab,89,67,45,23,01,00.
  5. §   Multi-string value dan expandable string value dalah data yang dimasukkan dalam bentuk bilangan hexa yang telah dikonversikan. Untuk penulisan angka dipisah dengan koma, sedangkan huruf dipisah dengan spasi.